Selasa, 06 Oktober 2015

Contoh Pengunaan Sistem Informasi pada Level Operasional, Manajemen, dan Strategis

1.Manajemen tingkat bawah, Sistem Informasi Manajemen dipergunakan untuk keperluan pengendalian operasional (“operational control”). Pada tingkatan ini SIM (Sistem Informasi Manajemen) dipergunakan dengan tujuan untuk penghematan disegala bidang yang mungkin untuk dilakukan. Misalnya pencetakan rekening listrik oleh PLN. Penerapan SIM dalam hal ini akan menghasilkan penghematan baik waktu maupun tenaga kerja.
2. Tingkatan manajemen menengah, penerapan SIM dipergunakan untuk keperluan pengendalian manajemen (“management control”). Tugas seorang manajer menengah ialah mengelola semua sumberdaya milik organisasi agar benar-benar dipergunakan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan oleh manajemen puncak oleh semua personilnya secara efektif dan efisien. Untuk dapat melaksanakan tugas seperti ini manajer harus mempunyai segala macam informasi tentang segala kegiatan organis-
asi dalam operasinya sehari-hari. Dalam hal inilah SIM dapat berperanan secara nyata untuk membantu manajer. Hal ini disebabkan karena komputer mempunyai kemampuan untuk menyimpan sejumlah besar data dengan mudah, dan menggali informasi yang terkandung didalamnya secara cepat.
3. Manajemen tingkat puncak, yang tugas utamanya adalah untuk membuat perencanaan
strategis (” strategic planning”) bagi organisasi, SIM dapat dikembangkan menjadi apa yang disebut dengan istilah Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan (“Decision Support System“ – DSS).
Kegiatan manajemen
1. Perencanaan strategi (strategic planning), merupakan kegiatan manajemen tingkat atas
2. Pengendalian manajemen (management control) merupakan kegiatan manajemen tingkat menengah
3. Pengendalian operasi (operational control) merupakan kegiatan manajemen tingkat bawah
Perencanaan strategi : proses evaluasi lingkungan luar organisasi, penerapan tujuan (goal) organisasi, dan penerapan strategi-strategi.
1. Proses evaluasi lingkungan luar organisasi : selalu berupa konstan berupa kesempatan pasar, teknologi, tekanan politik, sosial dll. Top Level Management harus pandai mengevaluasi, tanggap tekanan luar dll
2. Penetapan tujuan : apa yang INGIN dicapai organisasi…?
3. Penentuan strategi : Manajemen tk atas menentukan tindakan yg hrs dilakukan oleh organisasi dgn maksud utk mencapai tujuan2xnya.
Pengendalian manajemen : proses untuk meyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan strategi yang telah ditetapkan dengan efektif dan efisien (tingkatan taktik untuk tingkat menengah)
Pengendalian operasional : proses untuk meyakinkan bahwa tiap-tipa tugas tertentu telah dilaksanakan secara efektif dan efisien. Juga merupakan proses penerapan program yg telah ditetapkan di pengendalian manajemen. (manajemen tingkat bawah)
Sistem informasi – pengambilan keputusan semua tingkat kegiatan manajemen
Organisasi Sistem Informasi
Sistem informasi di dalam suatu organisasi berada didalam suatu departemen tersendiri, departemen sistem informasi/departemen pengolahan elektronik (Electronic Data Processing) – Manajer SI / controller
- Manajer kantor (office manager), bendaharawan (treasurer), asisten bendaharawan (assistant treasure), sekretaris (secretary) manajer perencanaan / pengendalian (manger of planning and controls) direktur keuangan (vice-president finance)

Informasi :
- Kebutuhan pokok bagi suatu organisasi
- Di ibaratkan sebagai darah yang mengaliri tubuh organisasi
- membawa segala kebutuhan bagi berlangsungnya kehidupan organisasi
Peran Informasi bukan sekedar alat untuk mengembangkan efektifitas maupun efisiensi, melainkan juga sebagai alat langsung di dalam berkompetisi dengan para saingan-saingannya.
Parker (15) memperinci keuntungan dari adanya suatu sistem informasi manajemen yang baik bagi suatu perusahaan ialah:
- Operational efficiency
- Functional effectiveness
- Better service
- Product creation and improvement
- Altering the basis of competition
- Spotting and taking advantage of opportunities
- Client lock in
- Competitor lock-out
Gelombang globalisasi yang terjadi pada masa sekarang mengakibatkan perubahan-perubahan didunia yang sedemikian cepat. Baik dibidang ekonomi, politik bahkan disegala bidang.
Pengembangan suatu Sistem Informasi Manajemen yang baik adalah merupakan kebutuhan yang tak dapat ditawar bagi kelangsungan hidup organisasi.
Organisasi bisa hidup : Sistem Informasi Manajemen yang dapat memberikan informasi dengan cepat, akurat dan andal (terkomputerisasi) – feasible
Siklus Hidup Sistem
• adalah proses evolusiaoner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer
• terdiri dari serangkaian tugas yang erat yang mengikuti langkah-langkah pendekatan sistem
• berpola teratur dan dilakukan secara top down
Tahapan Siklus Hidup Sistem
a. siklus hidup pengembangan sistem
- perencanaan
- analisis
- rancangan
- penerapan
b. tahap penggunaan sistem
Metodologi siklus sistem
Menyediakan perangkat yang dapat dipergunakan sepanjang siklus hidup sistem. Terdiri dari antara lain :
• planning toolset : menghasilkan subject area diagram yang mengidentifikasi area utama bisnis
• analisys toolset : mengidentifikasi data yang diperlukan oleh tiap subject area atau memproses model
• design toolset : mendukung kegiatan prototiping dan perancangan layar
Competer Aided Software Engineering (CASE)
Merupakan kategori perangkat lunak yang bertujuan mengalihkan sebagian beban kerja pengembangan sistem dari manusia ke mesin.
Tingkatan CASE
1. Peralatan Case tingkat atas : digunakan eksekutif perusahaan untuk membuat perencanaan strategis
2. Peralatan Case tingkat menengah : digunakan dalam tahap analisis dan rancangan untuk mendokumentasikan proses dan data dari sistem yang lama atau baru
3. Peralatan Case tingkat bawah : digunakan untuk penerapan dan penggunaan untuk membantu programmer mengembangkan menguji dan menjaga kode
4. Peralatan Case terintegrasi : mencakup kombinasi dari semua tingkatan CASE
Kegiatan pengambilan keputusan berkaitan CASE
• Intelegen : mengamati lingkungan mendari kondisi yang perlu diperbaiki
• Merancang : menemukan, mengembangkan dan menganalisa alternatif yang mungkin
• Memilih rangkaian tindakan tertentu yang ada
• Menilai pilihan-pilihan yang lalu
Struktur permasalahan
• masalah terstruktur : memiliki struktur pada tahapan intelejen, merancang, dan menilai
• masalah tak terstruktur : tidak memiliki struktur tahapan di atas
• masalah semi terstruktur : hanya memiliki satu atau dua tahapan di atas
Decission Suport System
• membantu manajer untuk membuat keputusan pemecahan masalah semi terstruktur
• mendukung penilaian manajer bukan menggantikannya
• meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer dari efisiensinya
Sistem Pakar
Adalah kegiatan menyediakan mesin seperti komputer dengan kemampuan untuk menampilkan perilaku yang dianggap cerdas jika diamati pada manusia
Perbedaan DSS dan Sistem Pakar
• DSS hanya routines yang mencerminkan cara yang diyakini manajer untuk memecahkan masalah seperti gaya dan kemampuan manajer, Sistem Pakar menawarkan membuat keputusan melebihi kemampuan manajer
• Sistem Pakar mampu menjelaskan alur penalaran dalam suatu pemecahan tertentu, sehingga kadang penjelasan mengenai pemecahan lebih berharga dari pemecahannya.

Sumber : http://trifergaprassetyosim.blogspot.co.id/2009/11/contoh-jenis-level-manajemen.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar