Minggu, 12 Maret 2017

Tugas 1 Softskill Terapan Komputer Perbankan

BAB 1
Pengertian Lembaga Keuangan
Lembaga keuangan dimaksudkan sebagai perantara pihak-pihak yang mempunyai kelebihan dana (surplus of funds) dengan pihak-pihak yang kekurangan dan membutuhkan dana (lack of funds).
Menurut UU Perbankan No.14/1967, ps.1 ayat b menerangkan ; yang dimaksud dengan Lembaga Keuangan adalah semua badan yang melalui kegiatan-kegiatannya di bidang keuangan menarik uang dari dan menyalurkannya ke  di dalam masyarakat.

Bentuk Lembaga Keuangan
Bentuk lembaga keuangan pada garis besarnya dapat dibedakan menjadi 2 jenis. Keduanya memiliki perbedaan fungsi dan kelembagaannya dan juga mempunyai derivasi menurut fungsi dan tujuannya masing-masing.

1.Lembaga Keuangan Bank
Menurut UU Pokok Perbankan No.14/1967, didefinisikan sebagai Lembaga Keuangan yang usaha pokoknya memberika kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.
Istilah bank berasal dari bahasa Itali, “Banca”, yang berarti meja yang dipergunakan oleh para penukar uang di pasar. Pada dasarnya bank merupakan tempat penitipan atau penyimpanan uang, pemberi atau penyalur kredit dan juga perantara di dalam lalu lintas pembayaran.

a.Sebagai tempat untuk Penitipan atau Penyimpanan Uang.
Bank memberikan surat atau selembar kertas dalam bentuk sebagai :
§ Rekening Koran atau Giro (Demand Deposit)
Yaitu simpanan yang setiap saat dapat diminta kembali atau dipergunakan untuk melakukan pembayaran dengan mempergunakan check (perintah membayar)

§ Deposito Berjangka (Time Deposit)
Yaitu simpanan yang dititipkan ke bank untuk jangka waktu tertentu, misalnya 1, 3, 6, 12 bulan. Dalam artian bahwa uang tersebut dapat dipergunakan kalau waktu yang telah ditetapkan telah tiba. 

§ Tabungan.
Pada hakekatnya sama dengan time deposit, tetapi tabungan mempunyai persyaratan yang berbeda dengan time deposit. Misalnya Tabanas dan lainnya.

b.Sebagai lembaga pembeli atau penyalur kredit.
Dalam hal ini bank dapat memanfaatkan uang yang disimpan nasabah dikarenakan tidak semua orang sekaligus dating berbondong-bondong ke bank untuk mengambil uangnya kembali
c. Sebagai perantara dalam lalu lintas pembayaran.
Bank bertindak sebagai penghubung antara nasabah jikamelakukan transaksi. Dalam hal ini nasabah tidak secara langsung melakukan pembayaran, tetapi cukup memerintahkan pada bank untuk menyelesaikannya.

Manajemen Bank
Manajemen bank adalah bagaiman bank mengatur penggunaan dananya. Hal ini disebabkan karena dana yang ada di bank sebagian besar milik orang lain. Untuk itu diperlukan kebijaksanaan olehbank dalam pengaturan penggunaan dana tersebut.
Likuiditas adalah kemampuan bank didalam menjamin terbayarnya utang jangka pendeknya. Pengukuran tingkat likuditas ini dilakukan dengan cara membandingkan antara kewajiban jangka pendek dengan alat-alat likuiditas.
Tata Perbankan di Indonesia
Pada dasarnya bank dapat dibedakan menurut fungsi serta tujuan usahanya, yaitu :
1.Bank Sentral (Central Bank)
2.Bank Umum (Commercial Bank)

Sedangkan perbedaan lainnya hanya berdasarkan pemilik atau pengelola, yaitu :
1.Bank Pemerintah
2.Bank Swasta Nasional
3.Bank Asing (swasta)

Menurut UU Pokok Perbankan No.14/1967 :  system perbankan di Indonesia disusun sedemikian rupa agar Bank Sentral dapat melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan moneter oleh bank-bank dan untuk mengawasi serta memimpin seluruh system perbankan di Indonesia
Dengan demikian Bank Indonesia mempunyai tugas untuk mengkoordinir, membimbing, dan mengawasi seluruh dunia perbankan yang ada di Indonesia baik bank pemerintah, swasta nasional maupun bank asing.
Di dalam UU Pokok Perbankan No.14/1967,   : Jenis-jenis Lembaga Perbankan di Indonesia dibedakan menjadi 5 yaitu:           
a.      Bank Sentral
Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI). BI bertindak juga sebagai Bank Sirkulasi.
Fungsi serta tugas BI diatur dengan UU No.13/1968, disebutkan bahwa Bank Indonesia adalah milik Negara dan merupakan badan hukum. Bank Indonesia dipimpin oleh direksi yang terdiri dari seorang Gubernur dan 5 – 7 orang Direktur yang diangkat oleh Presiden.
Tugas pokok Bank Indonesia adalah sbb :
§ Mengatur, menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah
§ Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna peningkatan taraf hidup rakyat.

Tugas Pokok tersebut dapat dirinci lagi sbb:
1.Sebagai Bank Sirkulasi, Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengedarkan uang kertas dan uang logam, yang merupakan alat pembayaran yang sah.
2.Sebagai Sentral, Bank Indonesia adalah Bank Pusat bagi bank-bank lainnya. Di mana dalam urusan perbankan dan perkreditan Bank Indonesia bertugas antara lain :
§ Menunjukkan perkembangan yang sehat dari urusan kredit dan perbankan
§ Membina perbankan dengan jalan memperluas, memperlancar dan mengatur lalu lintas pembayaran giral dan menyelenggarakan clearing antar bank.
§ Menetapkan ketentuan umum tentang solvabilitas dan likuiditas bank.
§ Memberikan bimbingan kepada bank guna penatalaksanakan bank secara sehat
§ Meminta laporan dan mengadakan pemeriksaaan terhadap segala aktivitas bank guna mengawasi pelaksanaan ketentuan perbankan
§ Menentapkan tingkat dan struktur bunga
§ Menetapkan pembatasan kualitatif dan kuantitatif atas pemberian kredit oleh perbankan.
§ Memberikan kredit likuiditas kepada bank
§ Dapat mengadakan ketentuan yang bertalian dengan penggunaan dana oleh lembaga-lembaga keuangan.
§ Mendorong penyerahan dana masyarakat oleh perbankan untuk tujuan usaha pembangunan yang produktif dan berencana.
§ Memindahkan uang, baik dengan pemberitahuan secara telegram (telegraphic transfer = TT), maupun dengan surat (mail transfer = MI), membeli dan menjual kertas perbendarahaan Negara
§ Memberi jaminan bank (bank garansi) dengan tanggungan yang cukup.

3.Sebagai pemegang kas pemerintah, Bank Indonesia :
§ Bertindak sebagai pemegang kas pemerintah
§ Menyelenggarakan pemindahan uang untuk pemerintah
§ Memberikan kredit kepada pemerintah dalam bentuk rekening Koran
§ Serta membantu pemerintah dalam penempatan surat-surat utang Negara

4.Dalam hubungan internasional Bank Indonesia bertugas antara lain :
§ Sebagai penyusun rencana devisa dengan memperhatikan posisi likuiditas dan solvabilitas internasional untuk diajukan kepada pemerintah melalui dewan moneter
§ Mengawasi, mengurus, dan menyelenggarakan tata usaha cadangan emas dan devisa Negara
§ Mengawasi dan mengkoordinir pembayaran internasional

5.Bank Sentral sebagai pelaksana kebijaksanaan moneter yang disusun oleh Dewan Moneter. Dan Dewan Moneter bertugas membantu pemerintah dalam merencanakan dan menetapkan kebijaksanaan moneter, dengan mengajukan patokan-patokan dalam rangka usaha menjaga kestabilan moneter, kesempatan kerja penuh dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Dimana dewan moneter ini terdiri atas 3 anggota, yaitu :
§ Menteri Keuangan sebagai Ketua
§ Menteri yang membidangi perekonomian
§ Gubernur Bank Indonesia
Kebijakan Moneter yang dilaksanakan oleh Bank Sentral ada yang bersifat :
§ Quantitative Control Policy (kebijaksanaan pengawasan kuantitas), yaitu sebagai kebijaksanaan yang ditekankan untuk membatasi jumlah uang yang beredar (JUB).
Alat (instrument) yang biasa digunakan untuk melaksanakan kebijaksanaan ini adalah :
a.      Rediscount rate policy, dinaikkan oleh pemerintah jika terlalu banyak JUB.
o   Dengan dinaikkan tingkat rediscount ini diharapkan bahwa oleh Bank-bank umum akan dinaikkan juga tingkat bunga pinjamannya, sehingga diharapkan masyarakat mengurangi hasrat mengambil kredit bank. Akibat akhirnya JUB diharapkan berkurang.
o   Rediscount diturunkan dengan tujuan untuk merangsang kegiatan usaha, karena dengan demikian bank umum akan memberikan tingkat bunga yang lebih rendah dengan harapan masyarakat mau mengambil kredit untuk memperluas usahanya.
b.      Reserves requirement policy
Kebijakan ini merupakan factor penentu bagi kelebihan cadangan bank (bank excess reserves) dan kemampuan bank umum untuk mengembangkan kredit
c.       Open market operation
Kebijaksanaan ini diartikan sebagai jual/beli surat-surat berharga pemerintah dengan tujuan mengurangi/menambah JUB. Jika pemerintah ingin mengurangi JUB maka Bank Sentral menjual obligasi pemerintah agar dibeli oleh masyarakat.

§ Qualitative Control Policy (kebijaksanaan pengawasan kualitas), berupa margin requirement dan direct actions.

b.      Bank Umum (Commercial Bank).
Adalah lembaga keuangan yang menerima deposito/simpanan dari masyarakat (depositor) yang dibayarkan atas permintaan dan memberikan kredit serta jasa-jasa dalam lalulintas pembayaran dan peredaran uang.
Dikatakan commercial bank karena bank tersebut mendapatkan keuntungan, yang didapat dari selisih bunga yang diterima dari peminjam dengan bunga yang dibayarkan bank kepada depositor/nasabah (spread).

Fungsi Bank Umum :
1.      Mengumpulkan dana yang sementara menganggur untuk dipinjamkan pada pihak lain atau membeli surat berharga (financial investment).
2.      Mempermudah di dalam lalu lintas pembayaran uang
3.      Menjamin keamanan uang masyarakat yang sementara tidak digunakan, misalnya menghindari resiko hilang, kebakaran dan lainnya.
4.      Menciptakan kredit (created money deposit), yaitu dengan cara menciptakan demand deposit (deposito yang sewaktu-waktu dapat diuangkan) dari kelebihan cadangannya (excess reserves)

c.       Bank Tabungan.
Adalah bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk tabungan, dan dalam usahanya terutama memper-bunga-kan dananya dalam bentuk kertas-kertas berharga yang aman (solid). Jika bank tabungan ingin memberikan kredit harus menuru aturan serta bimbingan dari Bank Indonesia. Bank tabungan ini dapat diselenggarakan / dimiliki oleh pemerintah, swasta nasional maupun koperasi.

d.      Bank Pembangunan.
Adalah bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk deposito dan atau mengeluarkan kertas berharga jangka menengah dan jangka panjang dan dalam usahanya memberikan kredit terutama memberikan kredit jangka panjang di bidang pembangunan.  Bank pembangunan dapat dimiliki atau diselenggarakan oleh pemerintah (pusat atau daerah), swasta, koperasi dan asing.
e.       Bank-bank sekunder lainnya.
Yaitu Bank Desa, Lumbung Desa, Bank Pasar, Bank Pegawai, Bank Koperasi dan lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu, yang diselenggarakan oleh masyarakat.

1.                  Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)
LKBB berfungsi sebagai pengumpul dana dan penyalur dana dari dan ke masyarakat, maksudnya adalah untuk menunjang pengembangan pasar uang dan modal serta membantu permodalan perusahaan-perusahaan, sejak tahun 1972 Pemerintah memberikan izin bagii pendirian LKBB.Sebagaimana diketahui LKBB terdiri dari jenis pembiayaan pembangunan, jenis investasi, dan jenis lainnya.
Usaha pokok Lembaga Keuangan Bukan Bank:
o Jenis pembiayaan pembangunan adalah memberikan kredit jangka menengah/panjang serta melakukan penyiutan modal dalam perusahaan.
o Jenis investasi terutama melakukan usaha sebagai perantara dalam menerbitkan surat berharga dan menjamin serta menanggung terjualnya surat berharga (underwriter).
o Jenis lainnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang tertentu seperti memberikan pinjaman kepada masyarakat golongan berpenghasilan menengah untuk memiliki bank.

Pendirian LKBB antara lain untuk memberikan pembiayaan dalam bentuk pinjaman jangka panjang atau menengah dan penyertaan saham pada perusahaan.
Contoh LKBB jenis pembiayaan pembangunan (development finance corporation) di Negara kita antara lain :
Ø  PT Indonesia Development Finance Company, didirikan tahun 1972
Ø  PT Private Development Finance Company of Indonesia, didirikan tahun 1973
Ø  PT Bahana Pembina Usaha Indonesia, yang ditahun 1973 sebagai lembaga jenis investasi tetapi sejak 1978 berubah menjadi Lembaga Pembiayaan Pembangunan.

LKBB jenis investasi (investment finance corporation) dengan nama Lembaga Perantara Penerbitan dan Perdagangan Surat-surat Berharga (Lembaga PPPSM), yang terdiri dari :
§ PT Ficorinvest
§ PT Finconesia
§ PT Indovest
§ PT Multicor
§ PT Merinncorp
§ PT IFI
§ PT Asean Indonesia
§ PT Inter-Pacific
§ PT MIFC

Secara garis besar LKBB dapat dikelompokkan sbb :
1.      Perusahaan Asuransi.
Yang bergerak dalam mengurus segala kemungkinan yang menyangkut jiwa, benda dan lainnya.
Asuransi adalah suatu bentuk lembaga keuangan yang berfungsi sebagai lembaga penjamin resiko, sekaligus sebagai lembaga penghimpun dana dan penyalur dana bagi tujuan investasi.
Sebagian besar jenis investasi perusahaan asuransi dilakukan dalam bentuk deposito berjangka dan pembelian surat berharga guna mengurangi kemungkinan terjadinya kerugian dalam penanaman modalnya. Dilihat dari jenis usahanya, industri asuransi bias dibagi dalam 3 kelompok, yaitu :
§ Asuransi kerugian
Kegiatan asuransi kerugian termasuk reasuransi adalah meliputi pemberian pertanggungan terhadap kerugian yang timbul akibat kebakaran, pengangkutan rangka kapal dan aneka resiko.

§ Asuransi Jiwa
Industri asuransi jiw mempunyai corak tersendiri karena pada umumnya pertanggungannya menyangkut kontrak jangka panjang.         
§ Asuransi Sosial
Asuransi sosial merupakan asuransi yang wajib diikuti oleh sebagian  atau seluruh anggota masyarakat, yang keikutsertaanya diatur berdasarkan peraturan perundangan. Di Indonesia ada 5 jenis asuransi sosial, yaitu :
1.      PT AK Jasa Raharja (1964)
2.      Asuransi Kesehatan Pegawai Negeri (1968)
3.      Asuransi Sosial bagi Anggota ABRI (1971)
4.      Asuransi Sosial Tenaga Kerja (1977)
5.      Asuransi Sosial Pegawai Negeri (1980)

2.      Dana Hari Tua.
Yaitu yang menangani dana-dana hari tua bersifat jangka panjang assetnya berbentuk surat utang Negara. Sedangkan passivanya berjatuh tempo jangka panjang dan berbentuk kontribusi (intern)      
3.      Perusahaan Keuangan.
Yaitu perusahaan yang bergerak dalam pembiayaan konsumen. Kekayaannya berbentuk sewa beli dan berjatuh tempo jangk panjang. Sedangkan sifat passivanya adalah berbentuk proses promes yang berjangka menengah.
4.      Holding Company
Yaitu perusahaan yang memegang saham anak perusahaan dengan aktivitas utama menjalankan sekelompok perusahaan. Sifat assetnya adalah berjatuh tempo jangka panjang serta berbentuk equity. Sedangkan passivanya berbentuk saham dan surat  utang yang berjatuh tempo jangk panjang           
5.      Perusahaan yang Memberikan Potongan/diskonto.
Perusahaan ini terjun dalam alat pasar uang yang tipe assetnya adalah instrument pasar uang yang berjatuh tempo jangk pendek. Sedangkan sifat passivanya berbentuk surat utang dan pinjaman yang berjatuh tempo jangka menengah.
6.      Perusahaan Pemutar Kredit.
Yaitu yang mengorganisasika kelompok kredit yang berputar dimana sifat assetnya adalah berjatuh tempo jangka pendek dan berbentuk perputaran. Sedangkan sifat passivanya adalah bertipe perputaran yang berjatuh tempo jangka pendek.
7.      Rumah Gadai.
Yaitu menjembatani pasar yang terorganisasi di mana assetnya berjatuh tempo tak tentu dan berupa komoditi. Sedangkan passivanya berbentuk modal sendiri yang  berjatuh tempo jangka panjang.          
 Tata Perbankan di Indonesia
Pada dasarnya bank dapat dibedakan menurut fungsi serta tujuan usahanya, yaitu :
1.Bank Sentral (Central Bank)
2.Bank Umum (Commercial Bank)

Sedangkan perbedaan lainnya hanya berdasarkan pemilik atau pengelola, yaitu :
1.Bank Pemerintah
2.Bank Swasta Nasional
3.Bank Asing (swasta)

Menurut UU Pokok Perbankan No.14/1967 :  system perbankan di Indonesia disusun sedemikian rupa agar Bank Sentral dapat melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan moneter oleh bank-bank dan untuk mengawasi serta memimpin seluruh system perbankan di Indonesia
Dengan demikian Bank Indonesia mempunyai tugas untuk mengkoordinir, membimbing, dan mengawasi seluruh dunia perbankan yang ada di Indonesia baik bank pemerintah, swasta nasional maupun bank asing.
Di dalam UU Pokok Perbankan No.14/1967,   : Jenis-jenis Lembaga Perbankan di Indonesia dibedakan menjadi 5 yaitu:           
a.      Bank Sentral
Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI). BI bertindak juga sebagai Bank Sirkulasi.
Fungsi serta tugas BI diatur dengan UU No.13/1968, disebutkan bahwa Bank Indonesia adalah milik Negara dan merupakan badan hukum. Bank Indonesia dipimpin oleh direksi yang terdiri dari seorang Gubernur dan 5 – 7 orang Direktur yang diangkat oleh Presiden.
Tugas pokok Bank Indonesia adalah sbb :
§ Mengatur, menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah
§ Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna peningkatan taraf hidup rakyat.

Tugas Pokok tersebut dapat dirinci lagi sbb:
1.Sebagai Bank Sirkulasi, Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengedarkan uang kertas dan uang logam, yang merupakan alat pembayaran yang sah.
2.Sebagai Sentral, Bank Indonesia adalah Bank Pusat bagi bank-bank lainnya. Di mana dalam urusan perbankan dan perkreditan Bank Indonesia bertugas antara lain :
§ Menunjukkan perkembangan yang sehat dari urusan kredit dan perbankan
§ Membina perbankan dengan jalan memperluas, memperlancar dan mengatur lalu lintas pembayaran giral dan menyelenggarakan clearing antar bank.
§ Menetapkan ketentuan umum tentang solvabilitas dan likuiditas bank.
§ Memberikan bimbingan kepada bank guna penatalaksanakan bank secara sehat
§ Meminta laporan dan mengadakan pemeriksaaan terhadap segala aktivitas bank guna mengawasi pelaksanaan ketentuan perbankan
§ Menentapkan tingkat dan struktur bunga
§ Menetapkan pembatasan kualitatif dan kuantitatif atas pemberian kredit oleh perbankan.
§ Memberikan kredit likuiditas kepada bank
§ Dapat mengadakan ketentuan yang bertalian dengan penggunaan dana oleh lembaga-lembaga keuangan.
§ Mendorong penyerahan dana masyarakat oleh perbankan untuk tujuan usaha pembangunan yang produktif dan berencana.
§ Memindahkan uang, baik dengan pemberitahuan secara telegram (telegraphic transfer = TT), maupun dengan surat (mail transfer = MI), membeli dan menjual kertas perbendarahaan Negara
§ Memberi jaminan bank (bank garansi) dengan tanggungan yang cukup.

3.Sebagai pemegang kas pemerintah, Bank Indonesia :
§ Bertindak sebagai pemegang kas pemerintah
§ Menyelenggarakan pemindahan uang untuk pemerintah
§ Memberikan kredit kepada pemerintah dalam bentuk rekening Koran
§ Serta membantu pemerintah dalam penempatan surat-surat utang Negara

4.Dalam hubungan internasional Bank Indonesia bertugas antara lain :
§ Sebagai penyusun rencana devisa dengan memperhatikan posisi likuiditas dan solvabilitas internasional untuk diajukan kepada pemerintah melalui dewan moneter
§ Mengawasi, mengurus, dan menyelenggarakan tata usaha cadangan emas dan devisa Negara
§ Mengawasi dan mengkoordinir pembayaran internasional

5.Bank Sentral sebagai pelaksana kebijaksanaan moneter yang disusun oleh Dewan Moneter. Dan Dewan Moneter bertugas membantu pemerintah dalam merencanakan dan menetapkan kebijaksanaan moneter, dengan mengajukan patokan-patokan dalam rangka usaha menjaga kestabilan moneter, kesempatan kerja penuh dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Dimana dewan moneter ini terdiri atas 3 anggota, yaitu :
§ Menteri Keuangan sebagai Ketua
§ Menteri yang membidangi perekonomian
§ Gubernur Bank Indonesia
Kebijakan Moneter yang dilaksanakan oleh Bank Sentral ada yang bersifat :
§ Quantitative Control Policy (kebijaksanaan pengawasan kuantitas), yaitu sebagai kebijaksanaan yang ditekankan untuk membatasi jumlah uang yang beredar (JUB).
Alat (instrument) yang biasa digunakan untuk melaksanakan kebijaksanaan ini adalah :
a.      Rediscount rate policy, dinaikkan oleh pemerintah jika terlalu banyak JUB.
o   Dengan dinaikkan tingkat rediscount ini diharapkan bahwa oleh Bank-bank umum akan dinaikkan juga tingkat bunga pinjamannya, sehingga diharapkan masyarakat mengurangi hasrat mengambil kredit bank. Akibat akhirnya JUB diharapkan berkurang.
o   Rediscount diturunkan dengan tujuan untuk merangsang kegiatan usaha, karena dengan demikian bank umum akan memberikan tingkat bunga yang lebih rendah dengan harapan masyarakat mau mengambil kredit untuk memperluas usahanya.
b.      Reserves requirement policy
Kebijakan ini merupakan factor penentu bagi kelebihan cadangan bank (bank excess reserves) dan kemampuan bank umum untuk mengembangkan kredit
c.       Open market operation
Kebijaksanaan ini diartikan sebagai jual/beli surat-surat berharga pemerintah dengan tujuan mengurangi/menambah JUB. Jika pemerintah ingin mengurangi JUB maka Bank Sentral menjual obligasi pemerintah agar dibeli oleh masyarakat.

§ Qualitative Control Policy (kebijaksanaan pengawasan kualitas), berupa margin requirement dan direct actions.

b.      Bank Umum (Commercial Bank).
Adalah lembaga keuangan yang menerima deposito/simpanan dari masyarakat (depositor) yang dibayarkan atas permintaan dan memberikan kredit serta jasa-jasa dalam lalulintas pembayaran dan peredaran uang.
Dikatakan commercial bank karena bank tersebut mendapatkan keuntungan, yang didapat dari selisih bunga yang diterima dari peminjam dengan bunga yang dibayarkan bank kepada depositor/nasabah (spread).

Fungsi Bank Umum :
1.      Mengumpulkan dana yang sementara menganggur untuk dipinjamkan pada pihak lain atau membeli surat berharga (financial investment).
2.      Mempermudah di dalam lalu lintas pembayaran uang
3.      Menjamin keamanan uang masyarakat yang sementara tidak digunakan, misalnya menghindari resiko hilang, kebakaran dan lainnya.
4.      Menciptakan kredit (created money deposit), yaitu dengan cara menciptakan demand deposit (deposito yang sewaktu-waktu dapat diuangkan) dari kelebihan cadangannya (excess reserves)

c.       Bank Tabungan.
Adalah bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk tabungan, dan dalam usahanya terutama memper-bunga-kan dananya dalam bentuk kertas-kertas berharga yang aman (solid). Jika bank tabungan ingin memberikan kredit harus menuru aturan serta bimbingan dari Bank Indonesia. Bank tabungan ini dapat diselenggarakan / dimiliki oleh pemerintah, swasta nasional maupun koperasi.

d.      Bank Pembangunan.
Adalah bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk deposito dan atau mengeluarkan kertas berharga jangka menengah dan jangka panjang dan dalam usahanya memberikan kredit terutama memberikan kredit jangka panjang di bidang pembangunan.  Bank pembangunan dapat dimiliki atau diselenggarakan oleh pemerintah (pusat atau daerah), swasta, koperasi dan asing.
e.       Bank-bank sekunder lainnya.
Yaitu Bank Desa, Lumbung Desa, Bank Pasar, Bank Pegawai, Bank Koperasi dan lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu, yang diselenggarakan oleh masyarakat.

1.                  Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)
LKBB berfungsi sebagai pengumpul dana dan penyalur dana dari dan ke masyarakat, maksudnya adalah untuk menunjang pengembangan pasar uang dan modal serta membantu permodalan perusahaan-perusahaan, sejak tahun 1972 Pemerintah memberikan izin bagii pendirian LKBB.Sebagaimana diketahui LKBB terdiri dari jenis pembiayaan pembangunan, jenis investasi, dan jenis lainnya.
Usaha pokok Lembaga Keuangan Bukan Bank:
o Jenis pembiayaan pembangunan adalah memberikan kredit jangka menengah/panjang serta melakukan penyiutan modal dalam perusahaan.
o Jenis investasi terutama melakukan usaha sebagai perantara dalam menerbitkan surat berharga dan menjamin serta menanggung terjualnya surat berharga (underwriter).
o Jenis lainnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang tertentu seperti memberikan pinjaman kepada masyarakat golongan berpenghasilan menengah untuk memiliki bank.

Pendirian LKBB antara lain untuk memberikan pembiayaan dalam bentuk pinjaman jangka panjang atau menengah dan penyertaan saham pada perusahaan.
Contoh LKBB jenis pembiayaan pembangunan (development finance corporation) di Negara kita antara lain :
Ø  PT Indonesia Development Finance Company, didirikan tahun 1972
Ø  PT Private Development Finance Company of Indonesia, didirikan tahun 1973
Ø  PT Bahana Pembina Usaha Indonesia, yang ditahun 1973 sebagai lembaga jenis investasi tetapi sejak 1978 berubah menjadi Lembaga Pembiayaan Pembangunan.

LKBB jenis investasi (investment finance corporation) dengan nama Lembaga Perantara Penerbitan dan Perdagangan Surat-surat Berharga (Lembaga PPPSM), yang terdiri dari :
§ PT Ficorinvest
§ PT Finconesia
§ PT Indovest
§ PT Multicor
§ PT Merinncorp
§ PT IFI
§ PT Asean Indonesia
§ PT Inter-Pacific
§ PT MIFC

Secara garis besar LKBB dapat dikelompokkan sbb :
1.      Perusahaan Asuransi.
Yang bergerak dalam mengurus segala kemungkinan yang menyangkut jiwa, benda dan lainnya.
Asuransi adalah suatu bentuk lembaga keuangan yang berfungsi sebagai lembaga penjamin resiko, sekaligus sebagai lembaga penghimpun dana dan penyalur dana bagi tujuan investasi.
Sebagian besar jenis investasi perusahaan asuransi dilakukan dalam bentuk deposito berjangka dan pembelian surat berharga guna mengurangi kemungkinan terjadinya kerugian dalam penanaman modalnya. Dilihat dari jenis usahanya, industri asuransi bias dibagi dalam 3 kelompok, yaitu :
§ Asuransi kerugian
Kegiatan asuransi kerugian termasuk reasuransi adalah meliputi pemberian pertanggungan terhadap kerugian yang timbul akibat kebakaran, pengangkutan rangka kapal dan aneka resiko.

§ Asuransi Jiwa
Industri asuransi jiw mempunyai corak tersendiri karena pada umumnya pertanggungannya menyangkut kontrak jangka panjang.         
§ Asuransi Sosial
Asuransi sosial merupakan asuransi yang wajib diikuti oleh sebagian  atau seluruh anggota masyarakat, yang keikutsertaanya diatur berdasarkan peraturan perundangan. Di Indonesia ada 5 jenis asuransi sosial, yaitu :
1.      PT AK Jasa Raharja (1964)
2.      Asuransi Kesehatan Pegawai Negeri (1968)
3.      Asuransi Sosial bagi Anggota ABRI (1971)
4.      Asuransi Sosial Tenaga Kerja (1977)
5.      Asuransi Sosial Pegawai Negeri (1980)

2.      Dana Hari Tua.
Yaitu yang menangani dana-dana hari tua bersifat jangka panjang assetnya berbentuk surat utang Negara. Sedangkan passivanya berjatuh tempo jangka panjang dan berbentuk kontribusi (intern)      
3.      Perusahaan Keuangan.
Yaitu perusahaan yang bergerak dalam pembiayaan konsumen. Kekayaannya berbentuk sewa beli dan berjatuh tempo jangk panjang. Sedangkan sifat passivanya adalah berbentuk proses promes yang berjangka menengah.
4.      Holding Company
Yaitu perusahaan yang memegang saham anak perusahaan dengan aktivitas utama menjalankan sekelompok perusahaan. Sifat assetnya adalah berjatuh tempo jangka panjang serta berbentuk equity. Sedangkan passivanya berbentuk saham dan surat  utang yang berjatuh tempo jangk panjang           
5.      Perusahaan yang Memberikan Potongan/diskonto.
Perusahaan ini terjun dalam alat pasar uang yang tipe assetnya adalah instrument pasar uang yang berjatuh tempo jangk pendek. Sedangkan sifat passivanya berbentuk surat utang dan pinjaman yang berjatuh tempo jangka menengah.
6.      Perusahaan Pemutar Kredit.
Yaitu yang mengorganisasika kelompok kredit yang berputar dimana sifat assetnya adalah berjatuh tempo jangka pendek dan berbentuk perputaran. Sedangkan sifat passivanya adalah bertipe perputaran yang berjatuh tempo jangka pendek.
7.      Rumah Gadai.
Yaitu menjembatani pasar yang terorganisasi di mana assetnya berjatuh tempo tak tentu dan berupa komoditi. Sedangkan passivanya berbentuk modal sendiri yang  berjatuh tempo jangka panjang.          


SUMBER DANA BANK
 1.      Sistem Manajemen Dana Bank.
 Kunci keberhasilan manajemen bank adalah bagaimana bank tersebut bisa merebut hati masyarakat sehingga peranannya sebagai financial intermediary dapat berjalan dengan baik.
Bank adalah perantara keuangan masyarakat yaitu perantara dari mereka yang kelebihan dana dengan  mereka yang kekurangan dana. Kalau peranan ini berjalan dengan baik, barulah bank bisa dikatakan sukses.
Sehingga bisa kita katakan kunci kesuksesan manajemen bank adalah bagaiman bank tersebut mampu melayani masyarakat sebaik-baiknya yaitu melayani mereka yang kelebihan dana dan menyimpan dananya dalam bentuk giro, deposito dan tabungan serta melayani kebutuhan dana masyarakat melalui pemberian kredit.
      Dari keterangan di atas, maka Bank mempunyai 2 fungsi utama dalam rangka mejalankan peranannya sebagai perantara keuangan, yaitu :
a.       menghimpun dana masyarakat ( to receive deposits ).
b.      Memberikan kredit ( to make loans )
Sehingga definisi dari Manajemen Dana Bank adalah sebagai suatu proses pengelolaan penghimpunan dana-dana masyarakt ke dalam bank dan pengalokasian dana-dana tersebut bagi kepentingan bank dan masyarakat pada umumnya serta pemupukannya secara optimal melalui penggerakan semua sumber dana yang tersedia demi mencapai tingkat rentabilitas yang memadai sesuai dengan batas ketentuan peraturan yang berlaku

2.      Sumber-Sumber Dana Bank.
Sebagai lembaga keuangan, maka dana merupakan persoalan bank yang paling utama. Tanpa dana, bank tidak mungkin dapat berbuat apa-apa (tidak berfungsi sama sekali).

Dana bank adalah uang tunai yang dimiliki Bank ataupun aktiva lancer yang dikuasai bank dan setiap waktu dapat diuangkan.

Uang tunai yang dimiliki (dikuasai) bank tidaklah berasal dari bank itu sendiri, tapi juga berasal dari uang orang lain (pihak lain yang dititipkan pada bank dan sewaktu-waktu akan diambil kembali baik semuanya atau diambil secara berangsur).
Berdasarkan pengalaman dan bukti empiris dinyatakan bahwa uang bank sendiri yang berasal dari modal dan cadangan modal hanya sebesar 7 - 8% dari total aktiva bank.
Ini berarti bahwa sebagian besar modal kerja bank berasal dari dana pihak-pihak diluar bank, yaitu dana masyarakat (giro, deposito & tabungan), dana dari bank dan lembaga keuangan lainnya dan dana pinjaman atau kredit likuiditas dari Bank Sentral (BI).

Dana-dana bank yang digunakan sebagai modal operasional memiliki 3 sumber, yaitu :
1.      Dana dari Modal Sendiri (Dana Pihak ke-1)
Dana dari modal sendiri adalah dana yang berasal dari para pemegang saham bank, yakni pemilik bank. Dalam Neraca Bank, dana sendiri tertera dalam Rekening Modal dan Cadangan yang tercantum pada sisi Pasiva (Liabilities)
Dana modal sendiri terdiri dari beberapa bagian (Pos), yaitu :
a.       Modal yang disetor, yaitu jumlah uang yang disetor secara efektif oleh para pemegang saham pada saat bank berdiri.
Biasanya modal setoran pertama dari para pemilik bank (pemegang saham atau stockholders) sebagian digunakan bank untuk saran perkantoran, peralatan kantor dan promosi untuk menarik minat masyarakat.

b.      Cadangan-cadangan, yaitu sebagian dari laba bank yang disisihkan dalam bentuk cadangan modal dan cadangan lainnya yang digunakan untuk menutup timbulnya resiko yang akan terjadi dikemudian hari.

c.       Laba yang ditahan (Retained Earnings), yang seharusnya milik para pemegang saham, tetapi oleh mereka sendiri diputuskan untuk tidak dibagikan dan dimasukkan kembali dalam modal kerja ( working capital ).
Biasanya Retained Earnings digunakan untuk memperkuat posisi Cash Reserve atau untuk pertambahan Loanable Funds.

Bila kita amati perkembangan dari neraca bank (sebelah pasiva), maka perubahan dana sendiri akan terlihat pada pos-pos cadangan dan laba ditahan, sedangkan pada modal yang disetor tidak mengalami perubahan karena modal tersebut disetor hanya sekali pada saat berdirinya bank tersebut.
Melalui kenaikan pos cadangan & laba ditahan,  maka dapat dijadikan indikasi tentang kemajuan bank tersebut yang berarti kepercayaan masyarakat bertambah baik dan bank telah dapat menempatkan dirinya dalam posisi yang diterima bahkan dibutuhkan masyarakat luas.

2.      Dana Pinjaman dari Pihak Luar (Dana Pihak ke-2)
Dana dari pihak ke-2 ini yaitu pihak yang memberikan pinjaman dana pada bank yang terdiri dari 4 pihak, yaitu :
a.      Pinjaman dari Bank-bank lain (Call Money)
Yaitu pinjaman harian antar bank. Pinjaman ini diminta bila ada kebutuhan mendesak yang perlukan bank. Call money mempunyai jangka waktu pendek ( antara 1 hari – 1 bulan), bahkan ada yang pengembaliannya hanya 1 malam, yang dikenal dengan “overnight call money”.
b.      Pinjaman dari Bank atau Lembaga Keuangan lainnya di luar negeri
Biasanya berbentuk pinjaman jangka menengah dan panjang. Realisasi pinjaman ini biasanya harus melalui persetujuan Bank Indonesia, dimana secara tidak langsung Bank Indonesia selaku Bank Sentral ikut serta mengawasi pelaksanaan pinjaman tersebut demi menjaga solvabilitas bank tersebut.
c.      Pinjaman dari Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)
Kadangkala tidak benar-benar berbentuk pinjaman atau kredit, tapi lebih banyak berbentuk Surat Berharga yang dapat diperjualbelikan sebelum jatuh tempo.
Misalnya : berbentuk Sertifikat Bank atau Depostito on call dengan jangka waktu melebihi 3 bulan dan dapat diperpanjang kembali tanpa mengeluarkan sertifikat baru.
d.      Pinjaman dari Bank Sentral (Bank Indonesia)
Untuk membiayai usaha-usaha masyarakat yang tergolong prioritas apalagi yang berprioritas tinggi seperti kredit investasi pada sektor penting. Contohnya sbb :
◙  Sektor Pertanian, Pangan & Perhubungan.
◙  Industri Penunjang Sektor Pertanian, Tekstil, Ekspor non-migas.
◙  Kredit-kredit dalam rangka peningkatan kehidupan masyarakat ekonomi lemah.
◙  Koperasi dan lainnya.
3.      Dana dari Masyarakat (Dana Pihak ke-3)
Bank adalah pelayan masyarakat dan wadah perantara keuangan masyarakat. Karena bank harus selalu berada di tengah masyarakat agar arus uang dari masyarakat yang kelebihan dana dapat ditampung dan disalurkan pada masyarakat yang kekurangan dana.
Dana-dana masyarakat yang disimpan dalam bank adalah merupakan sumber dana terbesar yang paling diandalkan oleh bank dan terdiri dari 3 jenis, yaitu :
a.      Rekening Giro (Demand Deposits) 
Giro adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan mempergunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.
Dalam pelaksanaan tata usaha Giro dilakukan melalui suatu rekening yang disebut Rekening Koran. Rekening ini digunakan juga untuk menatausahaan kredit ynag juga diberikan melalui rekening Koran.
Rekening atas nama Nasabah terbagi menjadi 2 golongan, yaitu Rekening Perorangan dan Rekening atas Nama suatu Badan Organisasi.
b.      Deposito Berjangka (Time Deposits) 
Deposito atau simpanan berjangka adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu menurut perjanjian antara pihak ketiga dengan bank.
Berdasarkan jangka waktu tersebut dimana dana tersebut mengendap, maka bank mempunyai waktu yang cukup untuk menggunakan dana deposito tersebut pada pemberian kredit atau investasi jangka pendek  lain yang menghasilkan.
Kepastian dana tersebut dapat dipergunakan oleh bank adalah karena ada jangka waktu tertentu yang meyakinkan bank bahwa dana ini tidak akan ditarik, kecuali pada saat jatuh tempo.
      Dana yang berasal dari Deposito adalah dana termahal yang harus dipikul bank, yaitu berkisar antara 15 – 20% setahun. Ada 2 macam Deposito Berjangka yang sering diminati masyarakat luas, yaitu :
►  Deposito berjangka Inpres, yaitu deposito berjangka yang disimpan pada Bank-Bank Umum miliki Negara (bank pemerintah) dan Bank Pembangunan milik Negara. (Deposito ini diatur pertama kali pada tahun 1968 (Perbankan orde baru).

►   Deposito berjangka lainnya, yaitu di luar Inpres, termasuk dala kategori ini adalah Deposito pada  Bank Umum Swasta Nasional dan sebagainya.

Deposito berjangka diterbitkan atas nama (on name)  dari masing-masing pemegang baik perorangan, badan usaha atau badan hukum lainnya.
Bunga deposito dibayar tiap bulan dan tingkat suku bunganya ditetapkan oleh masing-masing bank berdasarkan pasaran harga uang yang berlaku.
c.       Tabungan (Serving) 
Tabungan adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu.
Ada 4 macam tabungan yang diselenggarakan oleh Bank, yaitu
■   Tabungan Pembangunan Nasional (Tabanas)
Tabanas adalah bentuk tabungan yang tiddak terikat oleh jangka waktu dengan syarat penyetoran dan pengambilan, yang untuk pertamakalinya diatur tahun 1971.
Tabanas terdiri dari :
□  Tabanas Umum, yaitu tabanas yang berlaku bagi perorangan yang dilaksanakan secara sendiri-sendiri oleh penabung yang bersangkutan.
□  Tabungan Pemuda, Pelajar dan Pramuka (Tappelpram), yaitu tabanas khusu yang dilaksanakan secara kolektif melalui organisasi pemuda, sekolah dan satuan pramuka.
□  Tabungan Pegawai, yaitu tabanas khusus para pegawai dari semua golongan kepangkatan dilingkungan departemen/lembaga/instansi pemerintah maupun swasta yang pelaksanaan penyetorannya dilakukan secara kolektif.

■   Tabungan Ongkos Naik Haji (ONH), yaitu setoran ongkos naik haji atas nama calon jemaah haji untuk setiap musim haji yang bersangkutan. Besarnya ONH setoran-setoran dimuka berdasarkan prinsip diskonto untuk setiap musim haji, ditetapkan pertamakali dengan Keppres tahun 1969.

■   Tabungan Asuransi Berjangka (Taska), yaitu tabungan yang dikaitkan dengan asuransi jiwa, yang untuk pertamakalinya diatur pada tahun 1971.

■   Tabungan lainnya, yaitu tabungan selain Tabanas dan Taska, seperti misalnya tabungan dari pegawai bank sendiri yang bukan tabanas ataupun taska, atau tabungan masyarakat pada bank-bank lain yan bukan penyelenggara Tabanas dan Taska.

BAB 2
 LAPORAN KEUANGAN

Sesuai dengan uraian pada Bab VI , laporan keuangan yang akan dibahas dalam buku ini adalah laporan Rugi Laba, laporan Perubahan Modal dan Neraca.

A.    LAPORAN RUGI LABA

            Laporan rugi laba menyajikan pendapatan dan beban suatu perusahaan pada periode tertentu.
            Langkah-langkah penyusunan laporan rugi laba dengan menggunakan kertas kerja:
1.       Menuliskan nama perusahaan, jenis laporan (“Perhitungan Rugi Laba”) dan periode Akuntansi.
2.      Menuliskan rekening-rekening pendapatan yang ada dikertas kerja, kemudian di jumlah.
3.      Menuliskan rekening-rekening beban yang ada di kertas kerja, kemudian di jumlah.
4.      Menyelisihkan jumlah pendapatan dengan jumlah beban.

-          Jika jumlah pendapatan > jumlah beban, berarti laba.
-          Jika jumlah pendapatan < jumlah beban, berarti rugi.



B.     LAPORAN PERUBAHAN MODAL


Laporan perubahan modal menyajikan sebab-sebab terjadinya perubahan modal perusahaan.

Langkah-langkah penyusunan laporan perubahan modal:

1.       Menuliskan nama perusahaan, jenis laporan (“Laporan Perubahan Modal”) dan periode Akuntansi.
2.       Menuliskan modal awal, dari jumlah modal yang terdapat pada kertas kerja sisi kredit kolom neraca.
3.       Menuliskan Laba atau Rugi bersih, dan rekening pengambilan prive, kemudian menghitung Modal akhir,  dengan ketentuan:
-         Jika laba > Prive akan menambah modal
-         Jika laba < prive akan mengurangi modal
-         Jika rugi aakan mengurangi modal.


C.    NERACA

Neraca yang terdiri dari tiga komponen (unsur) yaitu Aktiva (harta), Utang dan Modal, sebaiknya disusun secara sistematis, yaitu:

1.                  Harta lancar disusun sesuai dengan urutan likuiditasnya.
2.                  Harta tetap disusun sesuai dengan sifat kekekalannya.
3.                  Utang disusun sesuai dengan jangka waktu pelunasannya.
4.                  Modal disusun sesuai dengan sifat kekekalannya.

      Langkah-langkah penyusunan Neraca:

1.      Menuliskan nama perusahaan, jenis laporan (“Neraca”), tanggal penyusunan neraca.
2.      Menuliskan rekening-rekening serta jumlahnya yang ada kolom neraca.  Untuk rekening Prive dan laba/rugi bersih digabungkan engan rekening Modal.
3.      Menjumlahkan aktiva dan pasiva, sehingga keduanya menunjukkan jumlah yang sama.


Contoh :

Dari kertas kerja Bengkel Perkasa dapat disusun laporan keuangan sebagai berikut :

1.      Laporan Rugi Laba

BENGKEL PERKASA

Perhitungan Rugi Laba
Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 1990
 


Pendapatan
1. Pendapatan                                                                                                                   Rp. 7.150.000,00
2. Pendapatan Komisi                                                                                                       Rp.    400.000,00  +
 

                                                                                                                                         Rp. 7.550.000,00

Beban – beban
1. Beban Gaji                                                                  Rp. 3.550.000,00
2. Beban Iklan                                                                Rp.    500.000,00
3. Beban Bunga                                                               Rp.    250.000,00
4. Beban Perlengkapan//Supplies                                    Rp.    300.000,00
5. Beban Asuransi                                                          Rp.    400.000,00
6. Beban Sewa                                                                Rp.    500.000,00
7. Beban Penyusutan Peralatan                                       Rp.    200.000,00


                                                                                                                                         Rp.   5.750.000,00   -
 

Laba bersih                                                                                                                      Rp.   1.850.000,00



















2. Laporan Perubahan Modal

BENGKEL PERKASA

Laporan Perubahan Modal
Untuk Periode yang berakhir 31 Desember 1990

 


Modal; H. Ali (1 Januari 1990)                                                                                                          Rp.  3.000.000,00

Laba bersih                                                                     Rp.  1.850.000,00
Prive H. Ali                                                                     Rp.     300.000,00  -
 


Penambahan Modal………………………………………………………………………………………  Rp. 1.550.000,00
 

Modal 1 Desember 1990………………………………………………………………………………….       Rp.  4.550.000,00
 



3. Neraca

a. Bentuk Skontro

BENGKEL PERKASA

Neraca
31 Desember 1990

 

Aktiva                                                                                          Passiva
Aktiva lancar                                                                               Uang Jangka Pendek

Kas                                                Rp.  1.400.000,00                 Utang Usaha                                       Rp.      500.000,00
Piutang Usaha                                Rp.   700.0000,00                 Utang Bunga                                       Rp.      100.000,00
Perlengkapan/Supplies                   Rp.     200.000,00                
Ass. Dibayar dimuka                     Rp.     200.000,00                 Jumlah utang jangka pendek               Rp.      600.000,00
Sewa dibayar dimuka                     Rp.     700.000,00                
Piutang Pendapatan                        Rp.     350.000,00                 Modal
Gaji dibayar dimuka                      Rp.     150.000,00
Ikan dibayar dimuka                      Rp.     250.000,00                 Modal H. Ali                                      Rp    4.550.000,00
 


Jumlah Harta lancar                       Rp.  3.950.000,00

Aktiva Tetap

Peral . Servis             Rp.  2.000.000,00
Akum .Penyusutan
Peralatan                   Rp.     800.000,00
 

                                                     
                                                      Rp.  1.200.000,00
 

Jumlah Ativa                                  Rp.  5.150.000,00                 Jumlah Passiva                                   Rp.  5.150.000,00








b. Bentuk Laporan

BENGKEL PERKASA

Neraca
31 Desember 1990

 


Ativa
Aktiva lancar

            Kas                                                                                                                                       Rp.  1.400.000,00
            Piutang Usaha                                                                                                                       Rp.     700.000,00
            Perlengkapan/Supplies                                                                                                          Rp.     200.000,00
            Asuransi dibayar dimuka                                                                                                      Rp.     200.000,00
            Sewa dibayar dimuka                                                                                                            Rp.     700.000,00
            Piutang Pendapatan                                                                                                               Rp.     350.000,00
            Gaji dibayar dimuka                                                                                                              Rp.     150.000,00
            Ikaln dibayar dimuka                                                                                                            Rp.     250.000,00
                    
                     Jumlah Harta Lancar………………………………………………………………………….    Rp.  3.950.000,00
 


Ativa tetap

            Peralatan Servis                                                           Rp.  2.000.000,00
            Akumulasi Penyusutan Peralatan                                Rp.     800.000,00      -
 


                                                                                                                                                          Rp.  1.200.000,00  +
 

                     Jumlah Aktiva………………………………………………………………………………….  Rp.  5.150.000,00
 

Passiva
Utang Jangka Pendek
            Utangn Usaha                                                                                                                        Rp.    500.000,00
            Utang Bunga                                                                                                                          Rp.    100.000,00
 


                     Jumlah Utang Jangka Pendek………………………………………………………………….. Rp.    600.000,00

Modal

            Modal H. Ali                                                                                                                         Rp.  4.550.000,00
 

                     Jumlah Passiva…………………………………………………………………………………  Rp.  5.150.000,00




Selasa, 13 Desember 2016

Porsche 718 Boxster S Review

https://autonetmagz.com/porsche-718-boxster-s-review-gateway-to-porscheland/46170/AutonetMagz.com – Porsche membuat Boxster untuk menjadi roadster sporty yang beda dari roadster lain karena bermesin tengah. Selain itu, Boxster juga berhasil menuntaskan banyak tugas, yakni menyelamatkan Porsche dari kebangkrutan dan menunjukkan bahwa Porsche dengan harga yang paling bersahabat pun masih menjunjung jati diri kuda Stuttgart sebagai mobil yang dibuat dengan presisi, fun to drive, berkualitas dan menyandang gengsi sebuah Porsche.

harga-porsche-boxster-718-indonesia
Memang, setiap tahunnya Porsche Boxster menjadi pundi-pundi uang Porsche, tapi bukan berarti Porsche menyuruh akuntannya untuk memimpin pembuatan mobil ini. Formula tepat berupa mesin boxer, mid-engine alias mesin tengah, wujud roadster dan bodi ringkas benar-benar membuat Boxster punya kelas. Saat ini, Boxster memang sudah bukan tulang punggung penjualan Porsche lagi, karena sudah digantikan oleh Cayenne dan Macan.


Setelah 3 generasi beredar, sekarang saatnya Porsche 718 Boxster membuktikan kalau ia masih pantas menyambut para enthusiast yang baru penasaran akan value sebuah mobil sport Porsche. Masih mengusung kode sasis 981, tapi sekarang ada penambahan nama 718 di depan kata Boxster. Porsche bilang, mereka ingin menghidupkan lagi nama Porsche 718, mobil balap legendaris bermesin flat-4 yang dikembangkan dari basis Porsche 550.

2016-porsche-718-boxster-s-indonesia
Cerdas juga, mengingat jika tahu mesin 718 Boxster baru kini menjadi flat-4, bukan flat-6 seperti yang lama, fans Porsche pasti akan berkicau dan mengatakan “It’s ruined!” jika namanya masih Boxster. Untuk itu, disematkan nama 718 supaya metode downsizing Porsche pada Boxster  tidak dianggap sebagai langkah pasrah untuk memenuhi tuntutan emisi dan efisiensi saja, namun ada unsur sejarahnya juga. FYI, fans Porsche termasuk fans yang paling keras kepala di dunia.

Membutuhkan mata yang setajam elang untuk bisa membedakan Porsche 718 Boxster dan Porsche Boxster lawas secara sekilas. Untuk membedakannya, taruh kedua tangan di belakang punggung, mendekatlah ke mobil ini dan bungkukkan badan sedikit. Signature baru Porsche berupa 4 titik LED DRL di lampu depan kini tertanam di lampu depannya, dan 4 titik LED ini pertama kali dijumpai pada salah satu anggota The Holy Trinity : Porsche 918 Spyder.

Mainkan lampu sein atau hazard, maka LED DRL tadi otomatis jadi lampu sein, mereka lihai menggabungkan 2 fungsi dalam 1 paket. Lampu LED di depannya memiliki fungsi adaptif yang bisa mengikuti arah setir dan menyinari area yang dituju sesuai arah berbeloknya mobil. Lingkar roda 20 incinya bisa diganti dengan pelek opsional dengan Y-Spoke yang lebih sporty jika anda berminat, tambahkan saja sedikit biaya saat memesan roadster ini.

Dilihat dari mana pun, mobil ini benar-benar tidak kelihatan besar. Dimensinya sendiri memang tidak bongsor, jadi tidak perlu terlalu khawatir saat memarkirkan mobil ini.

Lubang udara di kedua sisinya adalah jalan masuk bagi udara, supaya 350 kuda yang bersemayam di tengah mobil ini tidak kepanasan dan membuat masalah. Eh, 350 kuda? Iya, karena yang kami coba ini adalah Porsche 718 Boxster S, bukan Boxster biasa, sebab ini adalah versi kencangnya.

Dari pertama kali muncul, Porsche Boxster selalu memakai atap kanvas, termasuk 718 Boxster S ini. Kini, atapnya bisa dibuka-tutup saat mobil berjalan, namun jangan melebihi 50 km/jam. Prosesnya sendiri cukup cepat, hanya sekitar 14 detik, motor pelipatnya tidak berisik dan bisa dibuka-tutup via remote.

atap-kanvas-mobil-porsche-718-boxster-s-canvas-soft-top
Atap kanvas memang punya kesan klasik dan tradisional yang sangat kuat, namun ia juga lebih rentan jika ada tangan-tangan jahil yang memegang benda tajam di dekat Boxster ini.

Bagian belakang Porsche 718 Boxster S memang seksi jika dipandang, namun masih kalah eksotis jika dibandingkan dengan big bro-nya, Porsche 911. Namun bukan Porsche namanya kalau attention to detail-nya tidak setinggi Burj Khalifa.

Lampu belakangnya dihiasi dengan LED bar berdesain cantik, keren untuk dilihat dari jauh maupun dekat. Kedua lampu belakangnya dihubungkan dengan aksen hitam yang menjadi tempat bertenggernya tulisan “Porsche” dan spoiler belakangnya.

Spoiler ini akan naik otomatis jika 718 Boxster S mencapai kecepatan yang cukup tinggi, supaya downforce meningkat dan kestabilan terjaga.

Namun jika pengendaranya mau, ada tombol di kabin yang bisa membuat spoiler ini naik-turun sesuai kemauannya. Berkat paket Sports Chrono, ia mendapat twin exhaust yang selain meng-improve suara, penampilan pun terangkat. Betul, soalnya knalpot standar 718 Boxster bentuknya seperti port charger smartphone.

Dengan paket Sports Chrono pun, artinya kita dapat flaps (katup) yang bisa mengubah suaranya. Saat di mode normal, katup akan menutup dan membuat suaranya lebih kalem, sehingga tidak akan membuat suasana residence tempat anda tinggal jadi berisik.

Saat mengaktifkan mode sport atau sport plus, katupnya akan terbuka dan suaranya jadi lebih keras. Mode ini paling nikmat dipakai saat di jalan tol atau sirkuit.

Interior Porsche 718 Boxster S tak ubahnya Porsche pada umumnya. Posisi duduknya sangat spot-on, seolah langsung mengajak berkendara dan lupakan hal lain. Saya juga inginnya begitu, tapi untuk konsumen yang ingin gimmick, biarlah mereka mengetahui ada apa saja di roadster ini.

dashboard-porsche-718-boxster-s-red-interior
Pada lingkar setirnya di bagian kanan, ada tombol putar untuk memilih mode antara Normal, Sport, Sport Plus dan Individual. Di tengahnya ada tombol Sport Response.

Sama seperti Porsche 911, mobil akan memberikan performa ekstra selama 20 detik jika tombol itu ditekan. Tombol ini hadir jika anda membeli dengan paket Sports Chrono, sama seperti jam analog di tengah dashboard.


Tidak hanya sebagai penunjuk waktu, ia juga bisa berfungsi sebagai lap timer saat anda bermain di sirkuit. Pada panel instrumen Porsche 718 Boxster S, lingkaran besar di tengahnya adalah takometer, lalu spidometer di kiri dan layar LCD dengan segudang informasi di kanannya.

Layar ini bisa menampilkan pilihan mode berkendara, suhu mesin, sisa bahan bakar dan jarak tempuh, indikator pelipatan atap, launch control dan masih banyak lagi.

Jika ingin memainkan mode manual dari PDK-nya, ada 2 pilihan : pakai paddleshift di kolom setir atau secara tiptronik dengan memainkan tuas transmisinya. Di dekat tuas PDK-nya, tertata rapi tombol AC digital dengan dual zone dan auto climate control. Oh ya, konsumen bisa pesan versi transmisi manual jika memang minat.

Infotainment system Porsche 718 Boxster S kini mendukung pengoperasian layar sentuh dengan multi-touch, seperti smartphone.

Bagi pengguna iPhone, anda bisa menggunakan fasilitas Apple CarPlay yang sudah menjadi standar di mobil ini. Tinggal hubungkan dengan kabel, taruh iPhone-mu dan nikmati Apple CarPlay bawaannya. Selain itu, fasilitas lain macam navigasi yang sudah didukung Google Street bisa menampilkan mana rute yang padat maupun yang lengang.

Kualitas audionya sama seperti kualitas pengerjaan interiornya : Kelas wahid. Mendengar lagu pun bisa dari USB atau koneksi bluetooth.

Melihat ke sekitar tuas PDK lagi, ada tombol untuk membuka dan menutup atap, tombol PASM (Porsche Active Suspension Management), PSM (Porsche Stability Management), tombol untuk spoiler belakang serta rem parkir elektrik. Beberapa parts di mobil ini ada yang common dengan parts dari merek VW Group lainnya.

Bagi penumpang, tersedia glove box dengan ukuran yang memadai serta 2 buah cup holder yang besar-kecil lingkarnya bisa disesuaikan dengan diameter tempat minum anda. Sayang, center console box mobil ini agak kecil.
Di balik kedua jok, ada gantungan kecil untuk menggantung hanger yang menyiapkan pakaian ekstra anda, jika sewaktu-waktu anda harus bawa baju ganti karena harus menghadiri lebih dari satu acara.

Untuk rata-rata orang Indonesia, tidak ada masalah dengan ruang kabinnya. Anda akan benar-benar merasa mobil ini sempit hanya jika badan anda terbilang bongsor. Bagasi pun demikian, dengan kapasitas bagasi belakang 150 liter, masih cukup untuk membawa ransel atau belanjaan, dan di sinilah kita juga bisa melihat tutup untuk jalur isi ulang cairan yang diperlukan mobil ini, misalnya tutup radiator dan tutup oli.

Namun jika pasangan anda baru selesai belanja barang branded dengan harga diskon dalam jumlah banyak hingga bagasi belakang penuh, tak usah berantem di parkiran hingga mengundang perhatian jika barang anda juga perlu tempat penyimpanan. Masih ada bagasi depan dengan kapasitas 125 liter yang fungsional dan praktis, sehingga bisa menghindari pertengkaran antar pasangan. Membuka bagasi depan atau belakang bisa dari remote atau tombol di sisi kanan bawah pengemudi.

Mesin Porsche 718 Boxster S berspesifikasi 2.500 cc 4 silinder boxer turbo dengan tenaga maksimum 350 hp dan torsi 420 Nm. Tenaga dan torsi yang tersimpan di tengah mobil itu disalurkan ke roda belakang via transmisi kopling ganda PDK yang punya 7 percepatan. Untuk menjinakkan semua tenaga tadi, rem cakram yang disumbang oleh Porsche 911 Turbo siap menjinakkannya. Tersedia opsi rem carbon ceramic jika anda rela merogoh kocek lagi.

Yap, banyak komponen Porsche lain yang dipasang di 718 Boxster S ini untuk menghemat biaya pembuatan. Selain rem Porsche 911 Turbo, steering rack EPS-nya juga mengambil milik 911 Turbo, sementara turbo dengan bilah katup variable untuk mengatur boost-nya juga diambil dari Porsche 911. Rear axle 718 Boxster S pun mengambil milik Porsche Cayman GT4. Seperti puzzle saja ya proses mix and match-nya?

Namun itu semua baru sajian data di atas kertas. Yang namanya mobil harus dikendarai di atas jalanan, bukan di atas kertas. Jadi, saatnya putar kunci dan pacu mobil ini untuk mengetahui sifat aslinya. Putar kunci? Iya, Porsche masih mengharuskan kuncinya dimasukkan ke slot kunci lalu diputar dan mobil akan menyala. Belum terpikir oleh Porsche untuk memakaikan sistem start-stop button seperti saudaranya yang masih satu atap di VW Group.

Tapi ada yang sedikit mengganjal saat mesinnya hidup. Suara yang dihasilkan unit 2.500 cc flat-4 turbo ini tidak terdengar seperti Porsche Boxster 986 atau 987 yang masih bermesin flat-6 naturally aspirated. Makin diinjak pedal gasnya, makin terdengar suaranya tidak seperti Porsche Boxster yang selama ini kita kenal. Saya tidak bilang suaranya jelek, hanya saja saya tidak yakin saya mau mendengar suara seperti ini di sebuah kuda pacu Stuttgart.

Namun saya pikir, mungkin saat dipacu di jalan akan ada perbedaan. Menghadapi macetnya kota Jakarta di siang hari, mobil ini sama sekali tidak bikin keringat dingin saat pertama kali membawanya.

Karena mobilnya kecil, setiap ujung dari mobil ini bisa ditakar dengan baik, terutama bagian depan. Melihat via spion samping pun masih jelas, namun melihat ke belakang via spion tengah tidak begitu leluasa. Jika dibutuhkan, kamera belakang bisa diaktifkan dengan sebuah tombol.

Transmisi PDK-nya halus dan kooperatif saat harus diajak bermacet-macetan. Sama sekali tidak ada gejala judder seperti transmisi kopling ganda lain yang tidak begitu refine. Turbo lag?

Lebih mudah mencari jarum di tumpukan jerami dari pada mencari turbo lag di mesin baru ini. Kalau pun ada, pasti amat sangat sedikit. Responsnya natural dan instan seperti mesin naturally aspirated, dan berkat torsi 420 Nm yang ada sejak putaran di bawah 2.000 rpm, berakselerasi pun sangat mudah.

Bagaimana saat lepas dari kemacetan dan bertemu jalan yang kosong? Nah, di sini mesin baru ini menunjukkan apa yang ia bisa. Saat launch control dipakai dan mobil berada di mode Sport Plus, roadster kecil ini bisa lari dari 0-100 dalam waktu kurang dari 4,5 detik.

Itu lebih cepat daripada BMW Z4, Jaguar F-Type V6 Supercharger maupun Ford Mustang Ecoboost. Torsi dan boostnya pun terus terasa hingga redline mendekati 8.000 rpm. Iya, putaran mesinnya tidak setinggi Boxster lawas.

Transmisi PDK-nya pun sigap saat kita memacu mobil ini dalam-dalam. Di mode D saja, ia bisa berganti gigi sangat cepat, tanpa sempat kita sadar gigi transmisi tahu-tahu sudah ganti. Ia pun sangat pintar, ia bisa skip dari gigi 5 ke 2 saat kita kickdown penuh mobil ini secepat kilat. Demikian juga sebaliknya, dia bisa skip dari gigi 3 ke 6 atau 7 jika ia tahu kita sedang berkendara santai dan sedang ingin jalan-jalan saja di jalan tol. Oh ya, kecepatan maksimalnya sekitar 280 km/jam.

Suspensi? Terima kasih kepada sistem PASM, suspensinya bisa disetel sesuai kebutuhan. Untuk sehari-hari, disarankan ke mode Normal saja, di sini suspensi akan diset dengan bantingan lembut demi mencegah anda sakit pinggang atau punggung jika ketemu jalan keriting. Jika menemukan situasi yang kondusif seperti aspal mulus yang sepi, ubah ke mode Sport atau Sport Plus jika ingin merasakan suspensi yang kaku dan mencegah body roll, mobil pun akan makin stabil.

Namun urusan peredaman suara, noise yang masuk ke kabin masih agak terdengar, terutama kalau melewati speedtrap. Saat berhenti di gerbang tol yang macet (lagi), terasa kalau sistem auto start-stop yang menjadi standar agak kurang halus saat menghidupkan kembali mesin dari kondisi mati. Oh ya, jika anda berhenti dalam waktu lama, injak pedal rem agak dalam lalu lepaskan kaki dari pedal rem, maka fitur Brake Hold akan aktif. Untuk mematikannya, cukup lakukan hal yang sama.

Entah apa yang Porsche lakukan pada sistem EPS-nya, karena meski judulnya elektrik, setirnya punya bobot yang mantap dan feedback yang bagus dari jalanan ke tangan pengendaranya. Berbelok dengan mobil ini pun sangat mendebarkan, karena dengan sedikit putaran setir saja, mobil langsung berbelok ke arah yang kita mau. Malah, ia seperti bisa membaca pikiran kita ke manakah kita mau berbelok. Mobil ini dibuat sama engineer atau cenayang sih?

Setir yang komunikatif dan kemampuan menikung yang cekatan itu hanya sedikit kata untuk menggambarkan kehebatan handling Porsche 718 Boxster S. Berkat mesin boxer yang punya titik berat rendah dan konfigurasi mid-engine yang sangat membantu distribusi bobot sempurna –karena semua komponen berat ada di dalam wheelbase – Porsche 718 Boxster S ini begitu patuh dengan segala komando kita. Ia bisa menuntaskan tikungan dengan cepat, lincah dan stabil seperti go-kart.

Namun semakin digas, semakin saya yakin kalau suara knalpot dan mesin yang saya dengar ini bukan suara Porsche yang saya kenal selama ini. Porsche – terutama 911, Cayman dan Boxster – punya suara khas yang sekali dengar, yang mengenal bisa langsung menebak dengan tepat,”Oh, ini karakter suara mesin Porsche.” Namun mesin flat-4 ini kok suaranya tidak terdengar seperti sebuah Porsche, namun seperti suara mesin flat-4 turbo dari merek mobil lain.

Bagi mobil sport, suara punya peranan penting sebagai stimulan bagi adrenalin driver sekaligus identitas model itu sendiri. Dengan suara yang berubah seperti ini, saya merasa saya sedikit kehilangan sensasi esensial yang cukup dominan dalam pengalaman sportscar ala Porsche. Sekali lagi, saya tidak bilang suaranya jelek, hanya saja kurang begitu menonjolkan sweet spot penting dari mobil sport Porsche.

Bagi fans Porsche garis keras, mereka akan merisaukan soal perubahan suara ini, namun bagi mereka yang baru mau mengenal Porsche atau mereka yang tidak begitu peduli akan karakter, sejarah dan warisan tradisi Porsche, hal ini mungkin tergolong remeh buat mereka. Yah, setidaknya ada ganjaran berupa konsumsi BBM yang efisien, karena setelah bersua seharian dengan Porsche 718 Boxster S ini, mulai dari macet-macetan, gaspol, atap terbuka dan atap tertutup, konsumsi BBM rata-rata masih menampilkan angka sekitar 13 km/liter di MID.

Saya sangat yakin, dari segala aspek yang bisa kita ukur, kita hitung, kita raba dan kita rasakan dengan panca indera kita, Porsche 718 Boxster S ini jauh lebih baik daripada Boxster S lama. Tampilannya makin khas, fasilitasnya makin komplit, interiornya makin rapi, mesinnya makin kencang, lebih efisien dan handling-nya makin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu driver’s car yang bisa menghajar mobil sport lain yang lebih mahal dan besar.
Namun dengan kehilangan 2 piston, itu membuat suara 718 Boxster S ini tidak begitu menggugah batin dengan cara yang biasa Porsche lakukan ke dalam diri kita. Penampilannya pun tidak begitu gagah atau manly dibandingkan dengan… Katakanlah Jaguar F-Type atau Ford Mustang Ecoboost yang masih ada garangnya saat dilihat. Membedakannya dengan Boxster lama pun agak susah jika hanya melihatnya sekejap.

review-and-test-drive-porsche-boxster-s-718-indonesia
Bagi fans Porsche, tidak usah menggaruk tembok sambil berlinang air mata dan meratapi nasib. Porsche berjanjiakan membawa mesin flat-6 3.800 cc naturally aspirated eks Porsche 911 Carrera lama dengan klaim tenaga mendekati 400 hp di versi high performance dari 718 Boxster dan 718 Cayman, yakni 718 Cayman GT4 dan 718 Boxster Spyder. Namun biasanya sebelum itu, akan muncul versi GTS dulu dengan mesin 2.500 cc flat-4 turbo yang sudah dinaikkan lagi kemampuannya.

Sumber Artikel : https://autonetmagz.com/porsche-718-boxster-s-review-gateway-to-porscheland/46170/

Sabtu, 05 November 2016

Tugas Tabel Kesimpulan Isi Jurnal Sistem Informasi # Kedua

Judul Jurnal
Penulis
Tahun Pembuatan
Metodologi Penelitian
Hasil/Pembahasan
Kesimpulan

INTEGRASI SISTEM INFORMASI PADA PEMERINTAHAN DENGAN E-GOVERNMENT

Dennis

Elvirda Aryanti

Firda Aulia

Hendry
09/03/2014
Metode
metode yang digunakan untuk pengembangan e-Government adalah melakukan pendataan setiap organisasi dan instansi pemerintahan di Indonesia dan melakukan anaisis terhadap proses bisnis pemerintahan yang akan dikembangkan dengan menggunakan e-Government.

Pemerintah telah menyelesaikan cetak biru aplikasi TI bagi pemerintah daerah yang diharapkan memberikan petunjuk kepada pemda dalam menerapkan pelayanan berbasis teknologi informasi atau electronic government. [4]
Aplikasi E-Government untuk layanan publik yang dimaksud dalam cetak biru aplikasi TI pemda tersebut antara lain: proses pembuatan kartu kependudukan (KTP) dan pembayaran pajak dengan Internet yang diwujudkan dalam single identity number.
Kebutuhan fungsionalnya antara lain sebagai berikut:
Standardisasi pembuatan template situs pemerintah, meliputi pemilihan fitur-fitur yang ingin dimiliki, pemilihan informasi yang ingin ditampilkan dalam situs.
Penyediaan informasi pada fitur informasi yang telah dipilih.
Pemilihan fitur-fitur pelayanan yang ingin dimiliki oleh pemerintah Dati II suatu daerah yang disesuaikan dengan tingkat computer literacy daerah tersebut.



Sistem Informasi jika diterapkan pada pemerintahan akan memiliki nilai strategic serta membantu pengefektifan pengambilan keputusan, sebagai contohnya yaitu sistem informasi untuk mengintegrasikan jaringan data dan informasi kepada para stakeholder investasi lokal dan nasional dapat membantu mengatur investasi-investasi di setiap daerah. Meningkatkan performa pelayanan dalam mengatur investasi tersebut sehingga institusi pemerintahan dapat lebih mudah menjalankan pekerjaannya dengan dibantu e-government tersebut yang dapat mengintegrasikan data dan informasi yang memang perlu dikelompokkan.



Tugas Tabel Kesimpulan Isi Jurnal Sistem Informasi # Pertama

Judul Jurnal
Penulis
Tahun Pembuatan
Metodologi Penelitian
Hasil/Pembahasan
Kesimpulan
Sistem Informasi Berbasis Multimedia
(Multimedia Based Information Systems)
Arief Setyanto, S.Si., MT.

31/01/04
Sistem Informasi memiliki makna sistem yang bertujuan menampilkan informasi.
Sebagai contoh kasus diambil sistem informasi pariwisata berbasis multimedia berdasarkan citra peta dari satelit. Sistem ini memiliki input citra yang berupa peta yang dihoto dari satelit. Citra ini kemudian diintegrasikan dengan data data yang lain seperti text, suara dan gambar. Integrasi data dilakukan dengan authoring tools seperti macromedia Director.


gambar 5 Citra inputan hasil photo satelit

Gambar 6 Sebuah interface multimedia didasarkan dari data terintegrasi untuk peta pariwisata. (Sumber www.geodethic.de)

Geographics Information Systems

  • Sistem Informasi Berbasis Multimedia merupakan pengembangan dari sistem informasi
  • Modifikasi yang dilakukan pada sistem informasi berbasis multimedia adalah dengan menerapkan teknologi multimedia pada blok masukan, blok basis data dan blok keluaran
  • Teknologi basis data saat ini telah mendukung disimpannya data dengan tipe data baru berupa gambar (image), suara (voice) maupun animasi
  • Teknik Retrieval (pengambilan kembali) dalam basis data dengan tipe data tipe data baru  ini masih terbuka luas untuk melakukan penelitian di bidang ini.

Selasa, 27 September 2016

Rencana (Tujuan Hidup) Saya Pribadi

Dalam artikel ini, saya menuliskan beberapa rencana tujuan hidup saya. Tujuan saya menuliskan artikel ini bukan semata-mata ingin "memamerkan" rencana hidup, melainkan sekedar sharing antar sesama bahwa masing-masing kita tentunya mempunyai tujuan dalam hidup yang ingin kita capai. Di bawah ini adalah beberapa tujuan hidup saya. Semoga rencana tujuan hidup kita semua dapat terkabul.

1. Lulus kuliah Diploma Tiga, dan dapat melanjutkan study ke tingkat sarjana
2. Mempunyai Karier bagus (yang cocok dengan kemampuan diri saya).
3. Dapat membantu orang tua dalam mengembangkan usaha keluarga (yang masih masa merintis)
4. Apabila bekerja, mendapatkan pekerjaan yang bisa saya kerjakan semampu dan sebisa saya
5. Menjadi sosok pribadi yang humble, pribadi yang menyenangkan dan bisa tegas dalam bersosialisas
6. Mempunyai bisnis yang bisa dikenal banyak orang (dari sisi positif produk dan aftersales).
7. Mempunyai pasangan hidup yang saling pengertian, mau hidup dalam susah maupun senang, dapat menjadi makmum yanng baik.

Sistem Informasi Akuntansi#

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI
Sistem Informasi adalah suatu sistem yang menggunakan teknologi komputer untuk menyajikan informasi kepada para pemakainya dlm mengambil keputusan. Sistem informasi pada umumnya memiliki enam komponen utama yaitu :

1. Masukan, meliputi data (seperti : data transaksi harian) serta metode dan media yang digunakan untuk memasukkan data tersebut
2. Model, meliputi model logika matematik yang digunakan untuk mengolah data sehingga menghasilkan keluaran yang dikehendaki
3. Keluaran, yaitu informasi yang bermutu yang dihasilkan dari proses pengoalahan, baik berupa laporan ataupun dokumen
4. Blok Teknologi, berupa alat yang digunakan untuk menangkap masukan, menjalankan model & sistem informasi serta menghasilkan keluaran yang diinginkan
5. Basis Data yaitu tempat menyimpan data yang digunakan untuk kebutuhan pemakai
6. Pengendalian, berfungsi untuk melindungi sistem informasi dari segala macam hambatan / ancaman


Sistem Informasi terdiri dari beberapa jenis, yaitu :
1. Sistem Pengolahan Data Elektronik (Elektronic Data Processing / EDP)
Sistem Pengolahan Data Elektronik adalah suatu system pengolahan data transaksi-transaksi dalam suatu perusahaan dengan memanfaatkan tegnologi komputer dalam suatu organisasi
2. Sistem Informasi Manajemen (Manajemen Information Systems / MIS)
Sistem Informasi Manajemen adalah kumpulan dari manusia dan sumber daya modal (mesin) didalam suatu organisasi yang bertanggungjawab mengumpulkan dan
mengolah data untuk menyediakan informasi yang berguna didalam mendukung operasi manajemen dan pengambilan keputusan manajemen. SIM terdiri dari beberapa SI, antara lain : Sistem Informasi Pemasaran, Sistem Informasi Produksi, Sistem Informasi Sumber Daya Manusia, Sistem Informasi Keuangan, Sistem Informasi Akuntansi
3. Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems / DSS)
Sistem Pendukung Keputusan yaitu kelompok system informasi yang memaparkan sistem pemrosesan transaksi dan berinteraksi dengan bagian lain dari system secara keseluruhan yang digunakan untuk menunjang aktivitas pembuatan keputusan para manajer dan pekerja terdidik yang lain dalam suatu perusahaan
4. Sistem Pakar (Expert Systems / ES)
Sistem Pakar yaitu sistem informasi berupa program komputer yang berisikan keahlian manusia untuk dapat digunakan dalam memberikan nasehat, rekomendasi
dan hasil diagnosis terhadap suatu masalah dalam bidang-bidang tertentu
5. Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information Systems / EIS)
Sistem Informasi Eksekutif yaitu sistem terkomputerisasi yang memberi eksekutif akses yang mudah ke informasi internal dan informasi eksternal yang relevan dengan faktor keberhasilannya
6. Sistem Informasi Eletronik Bisnis (e-Business Information Systems)
Sistem Informasi Eletronik Bisnis yaitu system terkomputerisasi yang berbasiskan internet didalam melakukan kegiatan bisnis.

PENGERTIAN AKUNTANSI
Menurut Al Haryono Yusup, Akuntansi didefinisikan sebagai berikut :
Akuntansi adalah suatu proses pencatatan, penggolongan,
peringkasan, pelaporan dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi
Jadi siklus akuntansi dapat digambarkan sebagai berikut :
 Laporan Keuangan AJP  Neraca Saldo Buku Besar  Jurnal Transaksi

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan,
mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi financial dan pengambilan keputusan yang relevan kepada pihak ektern dan intern
Menurut Barry E Cushing, SIA didefinisikan sbb : SIA adalah suatu set SDM & modal dlm suatu organisasi, yang bertugas untuk menyiapkan informasi Keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari kegiatan pengumpulan & pengolahan data transaksi
Menurut G. H. Bodnar, SIA didefinisikan sbb : SIA adalah kumpulan SDM (manusia dan peralatan) yang diatur untuk mengolah data menjadi informasi

KOMPONEN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
1. Manusia
Manusia adalah komponen terpenting dari suatu system informasi (baik itu SIA maupun SI lainnya). Manusia jugalah yang mengingingkan, menciptakan, menjalankan
dan mungkin juga menentang berlakunya sebuah system informasi. Oleh karena itu dalam menyusun sebuah sistem informasi akuntansi perlu mempertimbangkan
aspek dari manusia tersebut, yang meliputi aspek sosial, pendidikan dan psikologi dari manusianya
2. Komputer dan Otomatisasi Kantor
Menurut Robert H. Blissmer, komputer didefinisikan sebagai berikut :
Komputer adalah Alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas yaitu : menerima input, memproses input sesuai progamnya, menyimpan
perintah dan hasil pengolahan serta menyediakan output dalam bentuak informasi
Otomatisasi Kantor adalah suatu proses pemanfaatan teknologi informasi didalam tempat kerja, yang mencakup pemrosesan teks, pemrosesan pesan dan
pemrosesan gambar. Contoh : Mesin Fax, Mesin OCR, Telecommuting
3. Basis Data
Yaitu Sekumpulan data komputer yang saling terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dalam komputer, dengan suatu cara yang memudahkan dalam memperoleh
informasi untuk pengambilan keputusan
4. Pengkodean
Yaitu cara mengimplementasikan suatu skema klasifikasi dari data dalam sistem informasi yang sedang dijalankan, meliputi antara lain kode rekening, kode formulir
5. Dokumen
Yaitu formulir yang digunakan untuk menangkap data yang terjadi, yang meliputi daftar, skema, uraian, bagan alir, cetakan program dan sebagainya

6. Laporan
Yaitu output yang diperoleh dari suatu sistem informasi akuntansi, misalkan laporan keuangan, laporan produksi

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERUSAHAAN MANUFAKTUR
Meliputi SIA Pokok & SIA penunjang, yaitu :
1. SIA Pokok, dirancang untuk mengolah transaksi menjadi sebuah laporan keuangan
2. SIA Piutang, dirancang untuk mengolah transaksi terjadinya piutang dan berkurangnya piutang
3. SIA Utang, dirancang untuk mengolah transaksi terjadinya utang dan berkurangnya utang
4. SIA Penggajian dan Pengupahan, dirancang untuk mengolah transaksi penghitungan gaji/upah beserta pembayarannya
5. SIA Kas, dirancang untuk mengolah transaksi penerimaan kas dan pengeluaran kas
6. SIA Persediaan, dirancang untuk mengolah transaksi bertambah atau berkurangnya persediaan
7. SIA Biaya, dirancang untuk mengolah transaksi pengelolaan biaya produksi
8. SIA Aktiva Tetap, dirancang untuk mengolah transaksi bertambah atau berkurangnya aktiva tetap





Kesimpulan Mengenai Artikel ini :

Sistem Informasi adalah suatu sistem yang menggunakan teknologi komputer untuk menyajikan informasi kepada para pemakainya dlm mengambil keputusan.

Dimana Sistem Informasi digunakan di setiap bidang dan tingkatan manajerial perkantoran. Terutama system informasi akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi sendiri merupakan sebuah proses sebuah data (yang berupa data keuangan) yang diolah menjadi sebuah informasi keuangan dalam sebuah manajemen.

S.I akuntansi berisi data-data (bahan system informasi) yang berhubungan dengan keuangan, seperti :
1. SIA Pokok,
2. SIA Piutang,
3. SIA Utang,
4. SIA Penggajian dan Pengupahan,
5. SIA Kas,
6. SIA Persediaan,
7. SIA Biaya,
8. SIA Aktiva Tetap


S.I Akuntansi memiliki beberapa komponen penting, yaitu :

1. Manusia
2. Komputer dan Otomatisasi Kantor
3. Basis Data
4. Pengkodean
5. Dokumen
6. Laporan


Sumber : http://tomdjoke.blogspot.co.id/2010/10/sistem-informasi-akuntansi.html